Puji Tuhan! Akhirnya lahir juga anak pertama kami, Dionisius Agung Sulistio. Hari itu tanggal 23 Maret 1994. Lahir secara normal, dengan berat badan 3,5 kg dan panjang 50 cm.
Dion lahir setelah 2 tahun pernikahan kami. Sungguh, suatu berkat yang luar biasa yang kami terima dari Tuhan, karena saya mengalami kehamilan yang sulit. Pada saat hamil 4 bulan, saya mengalami pendarahan yang disebabkan oleh kelainan letak plasenta (Placenta Previa), yang mengharuskan saya untuk cuti sakit dari kantor sampai melahirkan. Kesabaran saya sudah mulai diuji. Saya yang tidak betah di rumah, harus diam di rumah, tidak boleh banyak berjalan. Demi mendapatkan seorang anak, saya jalani saja semuanya.
Banyak harapan yang muncul ketika Dion lahir. Sekolah sampai setinggi mungkin, bahkan kalau bisa lebih tinggi dari orang tuanya. Prestasi lainnya di luar akademis, misalnya bisa main piano seperti ibunya atau menjadi aktivis seperti bapaknya. Suatu harapan yang wajar dari orang tua. Harapan yang beberapa tahun kemudian harus kami hapus. Untuk sementara…