Hari itu, di awal tahun 1998, dengan kepala penuh dengan pertanya mengenai apa itu autis, kami membawa juga Dion ke MMC untuk bertemu dengan Dr. Melly. Beliau melakukan beberapa test untuk Dion, yang antara lain dengan puzzle. Setelah selesai, Dr. Melly memberitahu hasil diagnosanya. Dion mengalami Mild Autism.
Kami menanyakan maksud diagnosa itu dan bagaimana mengobatinya. Dr. Melly memberitahu sekilas mengenai apa itu autism, termasuk perkiraan penyebabnya yang salah satunya mungkin karena pendarahan pada saat hamil. Untuk mengobatinya, beliau hanya menyarankan untuk terapi, minum obat dan kontrol ke dokter 1 bulan sekali.
Kami juga menanyakan mengenai masa depannya, sekolahnya, apa bisa sembuh. Tidak banyak yang bisa diceritakan oleh Dr. Melly pada saat itu. Beliau hanya menyarankan untuk mencari sekolah yang satu kelasnya tidak banyak (small classes), supaya Dion bisa lebih diperhatikan oleh gurunya.
Sepulang dari MMC, perasaan kami bingung. Tidak percaya dengan apa yang terjadi. Ada penolakan dalam diri kami sebagai orang tua. Tidak..tidak.. anak kami tidak sakit. Dion baik-baik saja. Tapi kalau melihat kondisinya sehari-hari, akhirnya kami sadar dan mau menerima kenyataan, bahwa Dion memang anak spesial. Dan kami harus cepat bertindak, memberikan yang terbaik untuknya.
Kami juga berusaha terus mencari informasi mengenai autis. Hanya ada 1-2 artikel yang bisa didapat dari majalah/koran lokal. Informasi lainnya lebih banyak didapat melalui internet, itupun baru bisa saya dapatkan setelah mulai bekerja lagi di akhir tahun 1998.